Dibalik “Hack of the year 2007”

20 11 2007

lock1.jpgDan Egerstad, orang dibalik “hack of the year 2007” yang kontroversial beberapa hari yang lalu dibawa dan diintrogasi oleh Polisi Nasional Swedia, dikutip dari The Age. Polisi juga telah menggrebek rumah dan menyita komputer serta hard drive-nya.

Bulan Agustus yang lalu Egerstad membocorkan username dan password ke akun email kedutaan dan pemerintahan dari beberapa negara. Ia menjelaskan bahwa ia telah membuat gerbang keluar TOR (exit TOR nodes) dan menginterupsi lalu lintas data dan dengan cara yang sama ia memperoleh informasi tersebut. Yang mungkin lebih buruk, informasi login tersebut menurutnya tidak sedang digunakan oleh pengguna resmi tetapi justru dipakai orang-orang jahat yang telah mencuri akun-akun tadi dan mencoba untuk bersembunyi di dalam jaringan TOR saat menggunakannya.


Maka ia berbalik memberitahukan kepada pemerintahan terkait, karena jika menghubungi Otoritas Swedia akan timbul resiko, bisa-bisa eksperimennya disalahgunakan oleh badan penyelidik. Disamping panggilan dari kepolisian Swedia, satu-satunya tanggapan serius berasal dari Iran. Seperti katanya, “Mereka (pemerintahan Iran) ingin mengetahui segala sesuatu yang saya ketahui”.

Berikut adalah beberapa fakta yang menciptakan beberapa pandangan berbeda:

1. Mereka yang menggunakan TOR untuk berkomunikasi secara rahasia mungkin belum membaca secara hati-hati halaman depan website dan semua peringatan yang disampaikan. Membangun kanal komunikasi yang aman di dalam lingkungan pemerintahan memang disarankan, tetapi menggunakan TOR dalam hal ini… maaf, ini adalah hal bodoh.

2. Tolong catat satu hal, bahwa kebanyakan dari akun tersebut telah digunakan oleh orang-orang jahat – Egerstad hanya menemukan puncak gunung es-nya saja.

3. Meskipun ia telah menginterupsi lalu lintas pada jalan keluar (exit node), dan dari segi etikal merupakan sesuatu yang tidak bisa diterima, ia tidak menyalahgunakannya dan justru memilih solusi terbaik sebisanya yaitu memberi tahu pemerintah dari negara yang terkait dan hal ini bisa dipertimbangkan sebagai pendekatan etis. Faktanya, kecuali Iran tidak ada lagi yang dengan serius menyelidiki kasus ini. Sungguh memalukan untuk negara-negara yang lebih maju!

4. Ia membocorkan informasi akun tersebut kepada publik – yang merupakan gerakan kontroversial dari segi etikal. Tetapi, beri saya kesempatan bertanya: jika anda memberikan informasi secara gratis ke pemerintah dan bahkan tidak memperoleh balasan “terimakasih” secuil pun, apa yang akan anda lakukan?

5. Egerstad hanya ingin menunjukkan bahwa siapapun bisa melakukan tindakan yang sama – dan memperoleh informasi yang sama seperti yang ia dapat, tanpa membutuhkan kecerdasan khusus. Dan karena ia telah membocorkan detail-nya, mungkin akan banyak agen intelijen menjadi marah.

Sekarang, contoh kasus serupa: jika anda lupa untuk mengunci mobil anda, bisa saja mobil anda sudah dicuri dan itu murni menjadi kesalahan anda, tetapi jika tetangga anda lapor kepada anda, bahwa anda lupa untuk mengunci mobil, siapa yang akan menjadi paling marah? Bisa ditebak, maling akan marah kepada tetangga anda karena tidak jadi mendapat mobil…

Sumber: http://id.zone-h.org/


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: