PEKAN KONDOM NASIONAL 2007

4 12 2007

Silahkan berkomentar… dan diteruskan…

Dunia semakin edan…
Tahukah Anda Kalo Pemerintah kita sedang aneh?

Pemerintah Republik Indonesia melalui hasil kerjasama Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), DKT Indonesia, serta organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pencegahan penularan HIV/AIDS, termasuk badan PBB, UNAIDS.

Mengadakan PEKAN KONDOM NASIONAL 2007. Dalam PKN 2007 ini selain melakukan sosialisasi ke seluruh masyarakat, pihak panitia juga telah menyiapkan berbagai kegiatan, antara lain pencarian 100 relawan pencoba kondom, pembagian kondom gratis, apresiasi terhadap tokoh yang berkomitmen tinggi pada masalah HIV/AIDS, konser musik, dan masih banyak lagi.

Kesan nya bagus….tapi bagi bagi kondom artinya apa ya?!?!?!?
coba simak analisa berikut: (selanjutnya terserah anda mendukung atau menolak)…kalo menolak ikuti langkah saya untuk menyebarluaskan ini. Semoga Allah mencatat ini sebagai langkah kita untuk melindungi bangsa.


ALIANSI PEMUDA SELAMATKAN BANGSA DENGAN TEGAS MENOLAK KONDOMISASI

Karena :

  1. Kondom terbukti secara ilmiah tidak efektif mencegah HIV AIDS
  2. Provokasi menuju gaya hidup ” Free Sex “
  3. Bertentangan dengan nilai-nilai luhur Bangsa dan Pancasila
  4. Penistaan terhadap hak azazi manusia khususnya kaum muda
  5. Menyinggung dan menciderai rasa KEBERAGAMAAN bangsa Indonesia
  6. Pembodohan, kebohongan dan kesesatan NYATA
  7. Jalan pintas untuk kepentingan segelintir orang dengan mengorbankan masa depan BANGSA dan kepentingan rakyat banyak

Beri kami PENDIDIKAN BERMUTU
Bukan KONDOM
Kami bukan generasi MAKSIAT

Gerakan ini Didukung Oleh :
– ASA ( Aliansi Selamatkan Anak ) Indonesia
– Forum Indonesia Muda ( FIM )
– Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se Indonesia
– Lembaga Manajemen Pendidikan Indonesia ( LMPI )
– Gerakan Jangan Bugil Depan Kamera ( JBDK )
– Masyarakat Tolak Pornografi ( MTP )
– Komite Indonesia Pemberantasan Pornografi &Pornoaksi ( KIP3 )

PEDULI AIDS ?
TOLAK SEKS BEBAS !!!

BUKTI ILMIAH
Kondom Tidak 100% Aman

  1. Penelitian yang dilakukan oleh Lytle, et. al. (1992) dari Division of Life Sciences, Rockville, Maryland, USA, membuktikan bahwa penetrasi kondom oleh partikel sekecil virus HIV/AIDS dapat terdeteksi.
  2. Penelitian yang dilakukan oleh Carey, et. al. (1992) dari Division of Pshysical Sciences, Rockville, Maryland, USA, menemukan kenyataan bahwa virus HIV dapat menembus kondom. Kondom yang beredar di pasaran 30% bocor.
  3. Direktur Jenderal WHO, Hiroshi Nakajima (1993) menyatakan bahwa efektivitas kondom diragukan.
  4. Pernyataan J. Mann (1995) dari Harvard AIDS Institute yang menyatakan bahwa tingkat keamanan kondom (bebas kebocoran) hanya 70%.
  5. Dalam konferensi AIDS Asia Pacific di Chiang Mai, Thailand 1995) dilaporkan bahwa penggunaan kondom aman tidaklah benar. Pori-pori kondom berdiameter 1/60 mikron dalam keadaan tidak meregang, sedangkan bila dalam keadaan meregang pori-pori tersebut mencapai 10 kali lebih besar. Sementara kecilnya virus HIV berdiameter 1/250 mikron. Dengan demikian jelas bahwa virus HIV dapat dengan leluasa menembus kondom.
  6. Laporan dari majalah Costumer Reports (1995) menyatakan bahwa pemeriksaan dengan menggunakan elektron mikroskop dapat dilihat pori-pori kondom yang 10 kali lebih besar dari virus HIV.
  7. Pernyataan dari M. Potts (1995) Presiden Family Health International, salah satu pencipta kondom mengakui antara lain bahwa : “Kami tidak dapat memberitahukan kepada khalayak ramai sejauh mana kondom dapat memberikan perlindungan pada seseorang. Sebab, menyuruh mereka yang telah masuk ke dalam kehiupan yang
    memiliki resiko tinggi (seks bebas dan pelacuran) ini untuk memakai kondom, sama saja artinya dengan menyuruh orang yang mabuk memasang sebuk ke lehernya”
  8. Pernyataan dari V. Cline (1995), Profesor psikologi dari Unversitas Utah, Amerika Serikat, menegaskan bahwa memberi kepercayaan kepada remaja atas keselamatan berhubungan seksual dengan menggunakan kondom adalah sangat keliru. Jika para remaja percaya bahwa dengan kondom mereka aman dari HIV/AIDS atau penyakit
    kelamin lainnya, berarti mereka telah tersesatkan.
  9. Pernyataan pakar AIDS, R. Smith (1995), setelah bertahun-tahun mengikuti ancaman AIDS dan penggunaan kondom, mengecam mereka yang telah menyebarkan “safe sex” dengan cara menggunakan kondom sebagai “sama saja dengan mengundang kematian”. Selanjutnya beliau mengetengahkan pendapat agar reiko penularan/penyebara n HIV/AIDS diberantas dengan cara menghindari hubungan seksual di luar nikah
  10. Di Indonesia pada tahun 1996 yang lalu kondom yang diimport dari Hongkong ditarik dari peredaran karena 50% bocor.
  11. Tingkat keamanan kondom (bebas kebocoran) di negara-negara berkembang rata-rata hanya 70%. Kondom terbuat dari latex yang peka terhadap sinar (matahari dan lampu), oksigen dan kelembaban. Umur pakai kondom hanya 5 tahun. Dikhawatirkan, banyak kondom yang diimport dari luar negeri sudah melewati batas waktunya. Penyimpanan yang tidak hati-hati dapat menyebabkan kondom berjamur, robek bahkan
    copot sama sekali. Kalau diamati, penyimpanan kondom di apotik-apotik yang sering diletakkan di bawah lampu neon. Keadaan bertambah gawat kalau penyimpanan di gudangnya kurang hati-hati atau kurang teliti misalnya diletakkan di lantai.
  12. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr. Biran Affandi (2000) menyatakan bahwa tingkat kegagalan kondom dalam Keluarga Berencana mencapai 20%. Hasil penelitian ini mendukung pernyataan dari Prof. Dr. Haryono Suyono (1994) bahwa kondom dirancang untuk Keluarga Berencana dan bukan untuk mencegah virus HIV/AIDS. Kondom
    adalah untuk mencegah penetrasi sperma, bukan untuk mencegah penetrasi virus HIV/AIDS.
  13. Gereja Katholik (Vatikan) menyerukan kepada masyarakat bahwa kondom tidak melindungi seseorang dari ketularan virus HIV. Selanjutnya, sebagaimana yang dikemukakan oleh Kim Barnes (2003) dari BBC London, menyatakan bahwa cara yang terbaik agar terhindar dari virus HIV/AIDS adalah abstinentia, yaitu tidak mengadakan
    hubungan seksual di luar nikah.
  14. Alfonso Lopez Trujillo (2003) seorang cardinal senior dari Vatikan menyatakan bahwa virus HIV dapat menembus dinding kondom. Kecilnya virus HIV 1/450 lebih kecil dari sperma. Sperma saja masih bisa menembus lapisan kondom, apalagi virus HIV.
  15. Gordon Wambi (2003) seorang aktivis AIDS menyatakan ketidak setujuannya pemakaian kondom. Hal ini sesuai dengan Vatican’s Pontifical Council for Family yang menyerukan kepada pemerintah agar tidak menganjurkan pemakaian kondom kepada rakyatnya; kampanye kondom sama saja resikonya dengan kampanye rokok, bahayanya sama.
  16. Sejak kondom mudah diperoleh, penyebaran HIV/AIDS menjadi melesat dengan pesat, disimpulkan bahwa kondom membantu penyebaran HIV/AIDS, demikian dikemukakan oleh Archbishop of Nairobi (Raphael Ndingi Nzeki, 2003).
  17. Selanjutnya gereja Katholik menganjurkan kepada salah satu pasangan suami-istri yang terinfeksi untuk tidak menggunakan kondom, sebab virus HIV bisa menembusnya dan menulari pasangannya yang lain. Dewasa ini dunia (2003) sedang menghadapi global pandemic HIV/AIDS yang telah mewaskan lebih dari 20 juta orang dan menginfeksi 42 juta.
  18. Dari Washington diberitakan oleh Associated Press (AP) yang dikutip oleh Koran Tempo (12 November 2005), yang menyebutkan ada peringatan dari Food and Drug Administrations (FDA) perihal peringatan pada kemasan kondom. FDA mengharapkan dalam kemasan kondom tertera peringatan bahwa kondom hanya sedikit efektif
    mencegah penyebaran penyakit seksual menular seperti herpes genitalis, virus papilloma, dan virus HIV/AIDS. Kondom adalah untuk mencegah penetrasi sperma, bukan untuk mencegah penetrasi virus HIV/AIDS.
  19. Kondom terbuat dari lateks ( karet ). Bahan ini merupakan senyawa hidrokarbon dengan polimerisasi yang berarti mempunyai serat dan berpori-pori. Di samping itu, karena proses pembuatan, maka kondom juga memiliki lubang cacat mikroskopis atau ” pinholes ” (Prof.Dr.dr.H. Dadang Hawari ).

Aksi

Information

5 responses

4 12 2007
Nanang Suryana

Silahkan berkomentar, semoga artikel dan komentar rekan-rekan akan dapat bermanfaat bagi bangsa kita yang tercinta ini.

Thx

5 12 2007
ika

yap,saya ndak setuju sama acara2 aneh macam itu. menurut saya itu justru makin memarakkan seks bebas ,walhasil karena dikasi gratisan gitu mereka bakalan coba2,mungkin tadinya belum nyoba karena penasaran jadi nyoba deh.

btw salam kenal pak, blogna bagus🙂

5 12 2007
Nanang Suryana

Salam kenal jg mbak ika🙂

Wah makasih ya atas komentarnya, jangan sungkan-sungkan untuk mampir lagi di blog saya.

16 12 2007
Halik

Hubungan seksual diluar pernikahan merupakan hal faktual yang terjadi di masyarakat karena merosotnya ketahanan iman. Saya mendukung peningkatan ketahanan iman sebagai solusi ideal; tetapi jangan naif; minimal ada 3 juta pelanggan komersial seks (pengguna wanita penjaja seksual) di Indonesia yang sebagian besar memiliki istri yang sah; apakah kita akan membiarkan ibu-ibu ini terinfeksi? kondom is one of the real solution… promosi kondom harus diarahkan pada segmen ini…mereka adalah kelompok yang telah meninggalkan ajaran agama; harus dikembalikan ke jalan agama sembari kita mencegah penularan HIV dengan kondom. ini pemikiran yang simple saja.

10 01 2008
Rystiono

Mo bebas dari resiko HIV/AIDS? Ya jangan lakuin hubungan seks sembarangan.

**
Beri kami PENDIDIKAN BERMUTU
Bukan KONDOM
Kami bukan generasi MAKSIAT
**

Setuju banget…!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: